Malang, Minggu (30/3/2025) – Kepolisian Resor (Polres) Malang, Polda Jawa Timur, kembali menegaskan kesiapannya untuk melindungi dunia usaha dari ancaman premanisme yang dilakukan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas). Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan kepolisian dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Malang.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak akan membiarkan adanya aksi pemerasan, pungutan liar, atau intimidasi terhadap dunia usaha yang dilakukan oleh oknum tertentu.
“Kami siap menindak tegas setiap aksi premanisme yang mengganggu iklim investasi. Dunia usaha harus mendapatkan perlindungan hukum agar dapat berkembang dengan baik,” ujar AKP Bambang.
Menurutnya, selain tindakan hukum yang tegas, Polres Malang juga terus melakukan pendekatan preventif dan pre-emptive melalui pembinaan serta sosialisasi kepada berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk mengajak ormas berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan masyarakat.
“Kami ingin ormas menjadi mitra dalam menjaga keamanan, bukan justru menjadi ancaman bagi pelaku usaha dan investor,” tambahnya.
Di sisi lain, Polres Malang juga gencar mengedukasi masyarakat agar lebih memahami berbagai modus operandi premanisme yang sering terjadi. Kesadaran masyarakat dinilai penting agar mereka dapat berani melaporkan tindakan yang merugikan dunia usaha.
Polres Malang memastikan bahwa setiap laporan dari pengusaha dan investor akan diproses dengan cepat dan profesional. Kepolisian juga menjamin keamanan serta perlindungan bagi para pelapor agar tidak merasa takut dalam melaporkan kasus premanisme.
“Kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk segera melaporkan segala bentuk pemerasan atau intimidasi melalui layanan Kepolisian 110. Kami siap bertindak demi terciptanya lingkungan usaha yang aman dan stabil,” tegas AKP Bambang.
Dengan pendekatan yang komprehensif, Polres Malang optimistis dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih kondusif, bebas dari premanisme, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Kabupaten Malang.
Discussion about this post